GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi arus mudik di wilayah utara Kabupaten Garut pada Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan sekaligus kenyamanan para pemudik yang melintasi wilayah tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati mengunjungi sejumlah titik penting seperti Pos Pengamanan di Kubang Tarogong, Kadungora, Limbangan, Wanaraja, hingga kawasan Bunderan Suci dan Cilawu. Ia juga menyempatkan diri mengecek aktivitas di Stasiun Cibatu yang menjadi salah satu jalur utama transportasi masyarakat.
Syakur menilai secara umum kondisi arus lalu lintas masih berjalan lancar dan terkendali. Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya.
Baca Juga:12 Cara Cerdas Menghasilkan Uang dari FacebookWarga Garut Rasakan Manfaat Mudik Gratis Pupuk Kujang, Hemat Biaya Perjalanan
“Kondisi di lapangan masih cukup terkendali. Ini tentu berkat kerja keras dan sinergi para petugas,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masa pengamanan masih berlangsung sehingga seluruh personel diminta tetap menjaga kondisi tubuh, terlebih dalam suasana Ramadan.
“Jaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas. Jangan sampai kelelahan mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya pelayanan yang mengedepankan sikap humanis. Ia meminta petugas untuk tetap bersikap ramah dan sabar dalam menghadapi para pemudik.
“Pemudik datang dengan berbagai kondisi. Maka pelayanan yang baik dan penuh empati sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia juga menginstruksikan agar fasilitas umum di sepanjang jalur mudik, seperti masjid dan tempat istirahat, diperhatikan kebersihan dan kelayakannya.
“Fasilitas harus benar-benar siap digunakan dan bersih agar pemudik merasa nyaman,” tegasnya.
Baca Juga:Belasan Tanaman Diduga Ganja Ditemukan di Sucinaraja, Polisi Lakukan Penelusuran2 Remaja Berkendara Ugal-ugalan Diamankan Polisi Saat Patroli di Kadungora, Ternyata
Terkait pengaturan lalu lintas, Syakur mendukung penerapan rekayasa jalan secara situasional, termasuk sistem satu arah di titik-titik tertentu guna mengurai kemacetan.
“Pengaturan fleksibel seperti ini dinilai lebih efektif untuk menjaga kelancaran arus kendaraan,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti keberadaan pasar tumpah yang kerap menjadi penyebab perlambatan arus. Pemerintah daerah akan mengkaji langkah penataan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu lalu lintas.
Dalam kunjungannya, Bupati juga memeriksa kesiapan layanan kesehatan di pos pengamanan, termasuk ketersediaan obat-obatan bagi pemudik.
