GARUT – Peristiwa kebakaran melanda sebuah gudang produksi surpet di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat (20/3/2026) sekitar tengah hari. Insiden terjadi di Kampung Pamengparan, Desa Sukamukti, sekitar pukul 11.50 WIB.
Kapolsek Banyuresmi, Kompol Usep Heryaman, mengungkapkan bahwa bangunan yang terbakar merupakan milik Sopandi (50), warga setempat.
“Api tidak hanya menghanguskan gudang, namun juga sempat menjalar ke bagian dapur rumah yang berdekatan,” katanya.
Baca Juga:Tersinggung Ditegur Knalpot Brong, Pria di Pakenjeng Hajar Warga hingga Luka ParahApel Kesiapan Malam Takbir, Bupati Garut Minta Petugas Utamakan Keamanan dan Sikap Humanis
Menurutnya, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Mamat (52) yang sedang melintas menuju masjid untuk melaksanakan salat Jumat. Saat itu, ia melihat kobaran api sudah cukup besar dari dalam gudang.
“Saksi langsung meminta bantuan warga sekitar dan mencoba melakukan pemadaman secara manual sembari menghubungi petugas,” ujar Usep.
Namun, upaya pemadaman awal tidak mampu menahan laju api. Hal ini disebabkan banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gudang, seperti kain dan majun, sehingga api dengan cepat meluas.
“Petugas pemadam kebakaran kemudian diterjunkan ke lokasi dengan empat unit mobil damkar. Setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api,” jelasnya.
Usep menambahkan, pihak kepolisian segera melakukan pengecekan ke lokasi kejadian setelah menerima laporan, sekaligus berkoordinasi dengan petugas damkar serta tenaga kesehatan dari Puskesmas.
“Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta,” katanya.
Selain melakukan pengamanan di lokasi, petugas juga memastikan situasi tetap aman selama proses penanganan berlangsung.
Baca Juga:Mengenal Sejarah Uang Gulden, Mata Uang Kuno Bernilai TinggiPekerja Perempuan di Tasik Dibegal Tengah Malam, Pelaku Diringkus Kurang dari 24 Jam
“Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Dugaan awal, api berasal dari dalam area gudang produksi sebelum akhirnya merembet ke bangunan di sekitarnya,” pungkasnya. (*)
