GARUT – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut berlangsung khidmat dan sarat makna. Momen tersebut dimanfaatkan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri sekaligus pemberian Remisi Khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (21/03/2026), di lingkungan Gazebo Rutan Garut.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kepala Rutan Garut beserta pegawai, unsur aparat penegak hukum, serta seluruh warga binaan.
Pelaksanaan diawali dengan Shalat Id berjamaah yang berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Usai ibadah, jamaah mendengarkan khutbah yang menekankan pentingnya meningkatkan keimanan, mempererat hubungan sosial, serta menjadikan Idul Fitri sebagai sarana evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan.
Baca Juga:Teknologi Canggih Smartphone Kini Bisa Mendeteksi Detak JantungGudang Produksi Surpet di Banyuresmi Terbakar, Api Cepat Membesar Akibat Bahan Mudah Terbakar
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan terkait Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H serta amanat dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang disampaikan oleh perwakilan dari Kanwil Jawa Barat.
Pemberian remisi dilakukan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan warga binaan. Berdasarkan data, sebanyak 152 narapidana menerima Remisi Khusus I berupa pengurangan masa hukuman, sedangkan 2 orang lainnya memperoleh Remisi Khusus II yang membuat keduanya langsung menghirup udara bebas pada hari tersebut.
Kepala Rutan Garut, Muchamad Ismail menyampaikan bahwa remisi merupakan hak yang diberikan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan sikap dan perilaku positif selama menjalani masa pidana.
“Remisi ini adalah bentuk penghargaan dari negara bagi mereka yang telah berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dijalankan berjalan dengan baik dan diikuti secara serius oleh warga binaan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan pembinaan kepribadian di dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Kami berharap Idul Fitri ini dapat menjadi titik balik bagi para Warga Binaan untuk memperbaiki diri secara menyeluruh, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Ini adalah kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ismail menuturkan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang komprehensif, mulai dari pembinaan keagamaan hingga pelatihan keterampilan.
