Ratusan Keluarga Padati Rutan Garut di Hari Pertama Kunjungan Lebaran 1447 H

istimewa
Ratusan Keluarga Padati Rutan Garut di Hari Pertama Kunjungan Lebaran 1447 H
0 Komentar

GARUT – Hari pertama layanan kunjungan Idul Fitri 1447 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut dipenuhi ratusan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (21/03/2026). Sejak pagi, antrean panjang terlihat di area layanan sebagai bentuk tingginya animo masyarakat untuk bersilaturahmi.

Kehadiran para pengunjung ini menjadi bukti kuatnya ikatan keluarga yang tetap terjaga, meskipun harus terpisah oleh masa pembinaan. Mereka datang dengan harapan bisa melepas rindu dan berbagi kebahagiaan di momen Lebaran.

Suasana emosional langsung terasa saat sesi kunjungan dimulai. Anak-anak tampak berlari menyambut orang tuanya, pasangan suami istri saling berpelukan, hingga orang tua yang tak kuasa menahan air mata saat bertemu anaknya. Momen tersebut berlangsung singkat, namun penuh makna.

Baca Juga:Modifikasi RX King Bergaya Road Race: Bikin Tampilan Garang dan Performa MelesatJelang Idul Fitri, Polsek Cibatu Garut Amankan 186 Botol Miras dari Warung Warga

Pihak rutan membuka layanan kunjungan mulai pukul 09.00 WIB dengan menerapkan prosedur pengamanan yang ketat. Setiap pengunjung harus melewati tahapan administrasi dan pemeriksaan, mulai dari pencatatan identitas hingga pengecekan barang bawaan, guna menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan data petugas, jumlah pengunjung yang hadir mencapai 427 orang, terdiri dari 129 pria, 201 wanita, serta 97 anak-anak. Dari sisi Warga Binaan, tercatat sebanyak 122 orang mengikuti layanan kunjungan pada hari pertama tersebut.

Kepala Rutan Garut, Muchamad Ismail, menjelaskan bahwa momentum Idul Fitri memiliki arti penting dalam proses pembinaan, terutama dalam menjaga kondisi mental dan emosional para Warga Binaan.

“Lebaran menjadi waktu yang sangat dinanti oleh Warga Binaan. Pertemuan dengan keluarga memberikan kekuatan batin, memperbaiki semangat, serta menjadi pengingat akan pentingnya kembali ke kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya tetap berupaya menjaga keseimbangan antara aspek keamanan dan pendekatan kemanusiaan dalam pelayanan.

“Kami menjalankan prosedur secara ketat, namun tetap mengedepankan sisi humanis. Petugas kami dorong untuk melayani dengan penuh empati agar suasana kunjungan tetap nyaman, tertib, dan memberikan kesan positif bagi semua pihak,” terangnya.

Menurut Ismail, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembinaan.

Baca Juga:5 Remaja Diamankan Polisi di Pangatikan Garut Saat Konsumsi Miras, Patroli Malam Polsek Wanaraja Sita IntisariJasad Lansia Ditemukan di Sungai Cisaat Garut, Polisi Pastikan Bukan Tindak Kekerasan

“Interaksi langsung seperti ini sangat berpengaruh terhadap motivasi Warga Binaan. Kehadiran keluarga diharapkan mampu mendorong mereka untuk terus berperilaku baik, aktif dalam program pembinaan, serta siap kembali ke masyarakat dengan perubahan yang lebih baik,” tambahnya.

0 Komentar