GARUT – Komitmen menjaga ketertiban terus ditunjukkan Polres Garut melalui kegiatan patroli rutin. Dalam operasi yang dilakukan pada Sabtu malam (21/3/2026), petugas dari Satuan Samapta berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam penjualan minuman keras (miras) di kawasan Kerkop.
Keempat orang tersebut masing-masing berinisial JS (42) warga Tarogong Kaler, serta AA (24), L (22), dan EN (28) yang berasal dari wilayah Margawati, Garut Kota. Mereka diduga menjalankan penjualan miras secara ilegal dengan pola transaksi cash on delivery (COD).
Kasat Samapta Polres Garut, AKP Ardiyanto, menyampaikan bahwa penindakan tersebut berawal dari patroli yang menyasar titik-titik yang dianggap rawan peredaran miras.
Baca Juga:Polres Garut Terapkan Sistem Satu Arah di Titik Rawan, Arus Kendaraan Berangsur LancarRibuan Warga Ikuti Salat Idulfitri di Masjid Agung Garut, Bupati Tekankan Persatuan dan Kepedulian
“Petugas menemukan adanya aktivitas transaksi miras dengan sistem COD. Dari lokasi, kami mengamankan empat orang beserta barang bukti enam botol minuman beralkohol berbagai jenis,” ujarnya.
Selain melakukan penindakan, aparat juga memberikan arahan dan pembinaan kepada para pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan yang kerap dipicu oleh peredaran dan konsumsi miras.
Ardiyanto menegaskan bahwa patroli akan terus dilakukan secara intensif, khususnya pada malam hari, sebagai bentuk upaya preventif menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Garut.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan di lapangan, terutama di lokasi yang terindikasi menjadi tempat transaksi miras,” tegasnya.
Tindakan tegas tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Faisal, warga Kecamatan Banyuresmi, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat kepolisian dalam menertibkan peredaran miras.
“Ini langkah yang sangat baik. Kami merasa lebih aman dengan adanya penindakan seperti ini,” kata Faisal.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah yang rawan.
Baca Juga:Diduga Kelelahan, Pemudik Asal Bandung Alami Kecelakaan Tunggal di KadungoraRatusan Keluarga Padati Rutan Garut di Hari Pertama Kunjungan Lebaran 1447 H
“Semoga patroli tidak hanya terpusat di satu titik, tapi juga menyasar daerah lain yang diduga menjadi lokasi peredaran miras. Ini penting untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda,” tambahnya. (*)
