Remaja Terseret Ombak di Pantai Manalusu, Polisi Perketat Pengamanan Kawasan Pesisir Garut

istimewa
Remaja Terseret Ombak di Pantai Manalusu, Polisi Perketat Pengamanan Kawasan Pesisir Garut
0 Komentar

GARUT – Peristiwa laka laut kembali menelan korban jiwa di wilayah selatan Kabupaten Garut. Seorang remaja asal Tarogong Kidul meninggal dunia setelah terseret arus kuat saat berenang di Pantai Villa Merah, kawasan Taman Manalusu, Kecamatan Cikelet, Minggu (22/3/2026).

Korban diketahui bernama Ipan (18), yang saat itu tengah berwisata bersama dua rekannya, Zaid dan Firdaus. Ketiganya sempat berenang di sekitar bibir pantai sebelum insiden nahas terjadi.

Kasat Polairud Polres Garut, Iptu Aep Saprudin, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung menjelang petang. Sekitar pukul 17.10 WIB, korban bersama rekannya masuk ke laut. Namun selang beberapa menit, arus tiba-tiba berubah kuat dan menyeret korban ke arah tengah.

Baca Juga:Satres Narkoba Polres Garut Ringkus Pengedar Obat Ilegal, Ratusan Pil DisitaDipicu Rasa Cemburu, Pria di Garut Aniaya Mantan Istri hingga Lukai dengan Kapak

“Dua rekannya yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan kepada petugas yang ada di lokasi,” ungkap Aep.

Mendapat laporan, tim gabungan yang terdiri dari Dit Polairud Polda Jawa Barat, Sat Polairud Polres Garut, Polsek Cikelet, serta Balawista segera bergerak melakukan pencarian. Upaya penyisiran dilakukan menggunakan perahu di sekitar titik korban terakhir terlihat.

Sekitar pukul 17.44 WIB, korban akhirnya ditemukan. Sayangnya, saat diangkat ke darat, kondisi korban sudah tidak sadarkan diri. Petugas kemudian membawa korban ke Puskesmas Cikelet untuk mendapatkan penanganan medis, namun korban dinyatakan meninggal dunia.

Sebagai langkah antisipasi, Sat Polairud Polres Garut langsung meningkatkan kegiatan patroli di sepanjang pesisir selatan pada Senin (23/3/2026). Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan kecelakaan laut serta menjaga situasi keamanan di kawasan wisata.

Menurut Iptu Aep Saprudin, patroli dilakukan secara terpadu bersama Dit Polairud Polda Jawa Barat dengan menyasar lokasi-lokasi yang dinilai rawan, terutama saat jumlah pengunjung meningkat.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang berwisata merasa aman, sekaligus menekan potensi kejadian serupa dengan memberikan imbauan langsung di lapangan,” ujarnya.

Dalam patroli tersebut, petugas aktif mengingatkan wisatawan agar tidak berenang di area berbahaya serta selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut. Edukasi juga diberikan secara langsung agar pengunjung lebih memahami risiko yang ada.

Baca Juga:Kepadatan Kendaraan di Simpang Kubang Meningkat, Polisi Terapkan One Way untuk Urai ArusHadapi Arus Wisata Lebaran, Polsek Pasirwangi Siapkan Strategi Khusus di Jalur Darajat

Selain fokus pada keselamatan di laut, patroli juga mencakup pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan lainnya, guna menjaga kenyamanan wisatawan selama berada di kawasan pantai.

0 Komentar