2.400 PPPK Garut Ikuti Orientasi, Kehadiran Dipantau dengan Face Recognition

istimewa
2.400 PPPK Garut Ikuti Orientasi, Kehadiran Dipantau dengan Face Recognition
0 Komentar

GARUT – Sebanyak 2.400 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut mengikuti program orientasi tahun 2026, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, itu dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.

Orientasi diberikan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membekali PPPK dengan pemahaman mengenai tugas, fungsi, hak, kewajiban, dan etika sebagai aparatur pemerintah.

Baca Juga:PNM Garut Salurkan Beasiswa kepada 33 Anak Nasabah Mekaar dan ULaMMKejagung Amankan Kajari Serdang Bedagai dan Seorang Kasi, Ini Penjelasannya

Sebanyak 2.400 peserta tersebut merupakan PPPK formasi 2023. Mereka terdiri atas 1.289 tenaga pendidik dan 1.111 tenaga kesehatan.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan orientasi dilaksanakan secara daring. Meski demikian, kehadiran peserta tetap diawasi secara ketat dengan memanfaatkan teknologi pengenalan wajah.

“Tapi kita punya mekanisme yang ketat, jadi kita menggunakan face recognition sehingga kehadiran peserta itu bisa ketahuan terdeteksi. Sehingga gak ada lagi yang aneh-aneh gitu lah ya,” ucapnya.

Syakur mengakui pelaksanaan orientasi untuk PPPK formasi 2023 mengalami keterlambatan karena sejumlah keterbatasan. Namun, kegiatan tersebut tetap harus diikuti secara serius karena menjadi bagian penting dalam proses adaptasi di lingkungan birokrasi.

Menurutnya, peserta perlu memahami kedudukan, tugas pokok dan fungsi, serta pola kerja sama dengan aparatur lainnya.

“Tentu saja ini harus diikuti dengan sangat serius, sungguh-sungguh jangan sampai gak ikut, jangan sampai gak serius mengikutinya karena banyak hal yang bisa dimanfaatkan. Paling tidak status mereka, tusinya, dan bagaimana berinteraksi dengan yang lain,” lanjutnya.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penandatanganan fasilitas jaminan bersama PT Taspen (Persero). Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pemenuhan hak peserta setelah berstatus sebagai ASN.

Baca Juga:PNM Hadirkan Ruang Pintar di Karangpawitan, Dorong Anak Garut Lebih Semangat BelajarPrabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Gagal Jika Rakyat Bersatu

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) serta Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut yang telah menyelenggarakan orientasi dalam jumlah besar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN, Agus Sudrajat.

Kepala BKD Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni, mengatakan ASN memiliki peran penting sebagai pelaksana kebijakan, pemberi pelayanan publik, dan perekat persatuan bangsa.

Karena itu, orientasi diperlukan untuk menyamakan pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan para PPPK sebelum menjalankan tugas secara optimal.

0 Komentar