GARUT – Di balik video viral yang beredar di media sosial tentang seorang perempuan yang kerap membuka pakaian di tempat umum, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan hidup seorang penyandang gangguan jiwa yang telah berlangsung sejak masa kanak-kanak.
Perempuan tersebut diketahui bernama Mila. Belakangan, video yang memperlihatkan dirinya membuka celana di hadapan warga menjadi perhatian publik di Kabupaten Garut. Namun menurut Dinas Sosial Kabupaten Garut, perilaku tersebut bukanlah tindakan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan bagian dari kondisi kejiwaan yang telah lama dialaminya.
Saat ini Mila kembali berada di Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Garut setelah beberapa waktu lalu diantar oleh jajaran Polres Garut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga:Musim Kemarau Jadi Momentum Berburu Bibit Alpukat Berkualitas dengan Harga Lebih MurahBantuan Rutilahu di Desa Cipareuan Dipantau Kader Partai dan Anggota Dewan
Tim Respon Sosial Dinas Sosial Kabupaten Garut, Neneng Rina, mengungkapkan bahwa Mila merupakan klien disabilitas mental yang telah ditangani sejak masih berusia anak-anak.
Menurut Neneng, Mila pertama kali masuk dalam pendampingan Dinas Sosial saat berusia sekitar tujuh tahun. Saat itu, ia dibawa oleh keluarganya dari Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk.
“Ibunya meninggal setelah melahirkan Mila dan bapaknya sementara katanya masih ada tetapi bapaknya itu adalah pemulung rongsokan dan ada gangguan jiwa,” ujarnya.
Sejak saat itu, berbagai upaya penanganan telah dilakukan. Mila sempat ditempatkan di sejumlah lembaga sosial dan panti rehabilitasi untuk mendapatkan perawatan serta pembinaan.
Neneng menjelaskan bahwa pada usia tujuh tahun, Mila pernah ditempatkan di Yayasan Al-Amin. Namun ketika menginjak usia remaja, muncul berbagai perilaku yang membuat proses pembinaan menjadi tidak mudah.
“Terakhir Mila itu mengambil laptop di Yayasan Al-Amin dari situ dia itu lama kelamaan kabur keluar dari Al-Amin dan berkeliaran di luar bergabung dengan mereka, mereka yang ada di luar seperti anak punk atau anak jalanan yang lainnya,” jelasnya.
Sejak meninggalkan yayasan tersebut, kehidupan Mila lebih banyak dihabiskan di jalanan. Ia berpindah-pindah tempat dan beberapa kali terlibat dalam berbagai peristiwa yang akhirnya membuat aparat kepolisian maupun petugas sosial kembali turun tangan.
Baca Juga:Pedagang Nasi Goreng Kehilangan Segalanya dalam Kebakaran Kemayoran, Gerobak dan Modal Usaha Ikut HangusPria di Bandung Jadi Korban Pembacokan Saat Menunggu Orang Tua Dirawat di Rumah Sakit
Upaya rehabilitasi pun terus dilakukan. Dinas Sosial beberapa kali membawa Mila ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk mendapatkan perawatan medis.
