Kisah Mila, Perempuan Viral di Garut yang Berulang Kali Dirawat Namun Selalu Kembali ke Jalanan

Radar Garut
Kisah Mila, Perempuan Viral di Garut yang Berulang Kali Dirawat Namun Selalu Kembali ke Jalanan
0 Komentar

“Berarti tujuh kali kita bawa ke RSJ itu tahun 2024 yang terakhir setelah ada kasus yang polsek samarang dan di tahun 2025 kita bawa lagi ke RSJ yang kasusnya di daerah Bayongbong dengan polsek kita koordinasi,” lanjutnya.

Menurut Neneng, nama Mila sudah tidak asing lagi bagi jajaran kepolisian di berbagai wilayah Kabupaten Garut. Hal itu karena perempuan tersebut kerap keluar masuk rumah sakit jiwa maupun mendapatkan penanganan aparat akibat perilakunya yang sering menimbulkan perhatian masyarakat.

Meski demikian, pihak Dinas Sosial menegaskan bahwa perilaku Mila harus dilihat dari kondisi kesehatan jiwanya. Apa yang dilakukan Mila di ruang publik merupakan bagian dari gangguan yang dialaminya, bukan tindakan yang dilakukan secara sadar sebagaimana orang pada umumnya.

Baca Juga:Musim Kemarau Jadi Momentum Berburu Bibit Alpukat Berkualitas dengan Harga Lebih MurahBantuan Rutilahu di Desa Cipareuan Dipantau Kader Partai dan Anggota Dewan

“Kencing dan BAB di mana saja itu sudah tidak aneh bagi kita, sampai tidak mandi pun itu tidak aneh bagi kita, karena kita sudah semaksimal mungkin mengurus Mila dari usia 7 tahun, ke panti, ke yayasan,” tambahnya.

Beberapa waktu lalu, Mila kembali dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial setelah diamankan oleh pihak kepolisian. Saat pertama tiba, ia sempat ditempatkan di ruang pengamanan sementara yang sering disebut masyarakat sebagai kerangkeng.

Namun Neneng menegaskan bahwa fasilitas tersebut bukan tempat penahanan permanen.

“Itu pun kerangkeng bukan khusus untuk menyimpan klien beberapa lama hanya itu khusus untuk yang Mr. X atau Mrs. Y yang tidak ada identitasnya dari jalanan ngamuk-ngamuk atau meresahkan,” tegasnya.

Selama bertahun-tahun, berbagai lembaga rehabilitasi telah mencoba memberikan pendampingan kepada Mila. Tidak hanya di Garut, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Jawa Barat. Sayangnya, upaya tersebut kerap terkendala karena Mila berulang kali melarikan diri dari tempat rehabilitasi.

“Pernah dimasukan ke STPL bekasi tidak lama hanya 3 hari kabur, pernah masukan ke yayasan mentari hati tasik selama 3 bulan kabur lagi, pernah ke panti bina laras Provinsi hanya kurang lebih tiga bulan kabur lagi,” pungkasnya. (Muhamad Rizka)

0 Komentar