Musim Kemarau Jadi Momentum Berburu Bibit Alpukat Berkualitas dengan Harga Lebih Murah

istimewa
Musim Kemarau Jadi Momentum Berburu Bibit Alpukat Berkualitas dengan Harga Lebih Murah
0 Komentar

GARUT – Musim kemarau tidak selalu identik dengan menurunnya aktivitas pertanian. Bagi sebagian petani alpukat, kondisi ini justru menjadi momentum yang tepat untuk berburu bibit berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan saat musim hujan.

Turunnya harga bibit alpukat pada musim kemarau dipengaruhi oleh berkurangnya permintaan di pasaran. Sebagian besar petani memilih menanam alpukat pada musim hujan karena ketersediaan air lebih melimpah dan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman dinilai lebih tinggi. Akibatnya, permintaan bibit pada musim kemarau cenderung menurun.

Pemilik Kios Khadizarah Bibit di Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Nunung, mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga jual bibit alpukat di tingkat penangkar maupun pedagang bibit.

Baca Juga:Bantuan Rutilahu di Desa Cipareuan Dipantau Kader Partai dan Anggota DewanPedagang Nasi Goreng Kehilangan Segalanya dalam Kebakaran Kemayoran, Gerobak dan Modal Usaha Ikut Hangus

Menurutnya, untuk menjaga perputaran stok dan menarik minat pembeli, para penjual biasanya menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan pada musim hujan.

“Sehingga bibit alpukat yang biasanya dijual dengan harga ukuran sedang, di musim kemarau ini bisa dihargai dengan setara ukuran kecil pada musim hujan,” ujarnya, Selasa (2/6).

Ia menjelaskan, meskipun musim kemarau bukan waktu yang ideal untuk melakukan penanaman dalam jumlah besar, bukan berarti petani harus menunggu hingga musim hujan untuk mulai mempersiapkan kebunnya. Justru saat harga bibit sedang turun, petani dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli bibit unggul dengan biaya yang lebih hemat.

Menurut Nunung, bibit yang dibeli pada musim kemarau dapat dirawat terlebih dahulu di pekarangan atau lahan pembibitan sederhana sebelum ditanam secara permanen ketika musim hujan tiba.

Dengan cara tersebut, petani tidak hanya mendapatkan harga yang lebih murah, tetapi juga memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan seleksi dan perawatan bibit sehingga siap ditanam saat kondisi cuaca mendukung.

Khadizarah Bibit sendiri saat ini menyediakan berbagai jenis bibit alpukat unggulan yang banyak diminati petani, baik untuk kebutuhan budidaya skala kecil maupun pengembangan kebun dalam jumlah besar. Selama musim kemarau, sejumlah bibit tersebut ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan periode musim hujan.

Nunung menilai masih banyak petani yang belum memanfaatkan peluang tersebut. Padahal, selisih harga bibit pada musim kemarau dapat memberikan penghematan yang cukup signifikan, terutama bagi petani yang berencana menanam dalam jumlah banyak.

0 Komentar