Korban Tenggelam di Sungai Cimanuk Ditemukan Meninggal Dunia

istimewa
Korban Tenggelam di Sungai Cimanuk Ditemukan Meninggal Dunia
0 Komentar

INDRAMAYU – Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Cimanuk, Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, berakhir setelah Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (23/7/2026).

Korban diketahui bernama Nurkasan, berusia 55 tahun, warga Blok Bojong, RT 04 RW 02, Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener.

Peristiwa tenggelamnya korban dilaporkan terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang aliran Sungai Cimanuk.

Baca Juga:Budidaya Jagung Jadi Fokus Kolaborasi Polsek Leles dan Leles Lestari FoundationPolisi Bekali 170 Siswa Baru SMK Muhammadiyah Garut dengan Edukasi Narkoba dan Lalu Lintas

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 08.50 WIB setelah tim melakukan penyisiran secara intensif di area sungai dan sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi hanyutnya korban.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke rumah duka untuk dilakukan identifikasi oleh pihak keluarga,” ujar Ade.

Berdasarkan hasil identifikasi, keluarga memastikan jenazah tersebut merupakan Nurkasan, warga yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah tenggelam di Sungai Cimanuk.

Setelah proses evakuasi dan identifikasi selesai, Tim SAR Gabungan kemudian melakukan penutupan operasi pada pukul 09.15 WIB.

Ade menjelaskan, penutupan operasi diawali dengan pengarahan, evaluasi, dan pembahasan hasil pencarian bersama seluruh unsur yang terlibat.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” katanya.

Pencarian melibatkan sedikitnya 57 personel gabungan dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas Basarnas, Polsek Lohbener, Satpolairud Polres Indramayu, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan Lohbener, aparat Desa Lohbener, Karang Taruna, ERT, Tagana, serta masyarakat setempat.

Baca Juga:Wagub Jabar Akan Koordinasi dengan Forkopimda Tindaklanjuti Fenomena LGBTBriptu Dhiva Sumbang Emas dan Perunggu di Kapolri Cup Taekwondo 2026

Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan satu unit kendaraan penyelamat jenis double cabin, seperangkat peralatan SAR air, alat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan personel.

Kolaborasi antartim menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pencarian, terutama karena kondisi sungai membutuhkan koordinasi dan pengawasan yang ketat.

Ade menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat atas kerja sama selama operasi berlangsung.

Menurutnya, sinergi antara petugas, aparat wilayah, relawan, dan masyarakat sangat membantu pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut.

0 Komentar