GARUT – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Garut terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Polsek Leles Polres Garut bersama Leles Lestari Foundation sepakat mengembangkan program budidaya jagung dengan melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kerja sama itu menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian sekaligus meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola komoditas jagung.
Program ini diarahkan untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. Di sisi lain, kolaborasi tersebut juga menjadi bentuk keterlibatan Polri dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Baca Juga:Polisi Bekali 170 Siswa Baru SMK Muhammadiyah Garut dengan Edukasi Narkoba dan Lalu LintasWagub Jabar Akan Koordinasi dengan Forkopimda Tindaklanjuti Fenomena LGBT
Kapolsek Leles, AKP Wawan, mengatakan ketahanan pangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kemandirian suatu daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antara kepolisian, masyarakat, kelompok tani, serta berbagai lembaga lainnya.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi ketahanan bangsa. Polri siap menjadi bagian dari solusi melalui kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Wawan.
Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya dilihat dari besarnya hasil panen. Peningkatan pengetahuan, produktivitas, dan kemandirian petani juga menjadi indikator penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia menilai kerja sama dengan Leles Lestari Foundation merupakan langkah konkret untuk mendukung program pemerintah sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi para petani,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Leles Lestari Foundation akan memberikan dukungan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada kelompok tani. Petani nantinya diarahkan agar mampu menerapkan pola budidaya jagung secara lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan.
Selain pendampingan teknis, program tersebut juga akan menyasar optimalisasi lahan produktif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan jaringan kemitraan bagi petani.
Baca Juga:Briptu Dhiva Sumbang Emas dan Perunggu di Kapolri Cup Taekwondo 2026Relawan MBG Kota Banjar Audiensi dengan Wali Kota, Sampaikan Evaluasi dan Sembilan Aspirasi
Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan petani yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian, memiliki daya saing, serta mampu mengembangkan usaha tani secara profesional.
Sebagai wilayah yang memiliki potensi pertanian cukup besar, Kabupaten Garut dinilai memiliki peluang untuk terus meningkatkan produksi pangan. Potensi tersebut membutuhkan dukungan bersama agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
