GARUT – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui program PNM Peduli menanam sebanyak 5.000 pohon di Blok Pangangonan, Desa Ranjeng, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Green Impact yang diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Penanaman dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari dinas terkait, aparatur pemerintahan, kelompok tani hutan hingga masyarakat sekitar. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar program penghijauan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut hingga tahap pemeliharaan.
Pemimpin PNM Cabang Garut, Sumawinata, mengatakan Green Impact menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat di luar aktivitas bisnis.
Baca Juga:Poskesdes Cipareuan Bertahun-tahun Tak Terpakai, Lokasi dan Ketiadaan Air Bersih Jadi KendalaPolisi Gerebek Tempat Penyimpanan Miras di Cibatu, 308 Botol Disita
“Melalui Green Impact, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Penanaman 5.000 pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah bersama untuk membangun lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Sumawinata.
Menurutnya, keberadaan ribuan pohon tersebut diharapkan memberikan dampak jangka panjang, baik dalam menjaga kualitas udara, keseimbangan ekosistem maupun mendukung penyerapan karbon.
“Kami berharap melalui program ini, 5.000 pohon yang kami tanam bisa menjadi 5.000 kehidupan, 5.000 manfaat, dan 5.000 kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari masyarakat. Salah seorang warga, Mira, menyambut baik program penghijauan tersebut dan berharap pemeliharaan pohon dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung adanya penanaman pohon ini. Lingkungan menjadi lebih hijau dan kami berharap pohon-pohon yang ditanam dapat terus dirawat sampai tumbuh besar. Mudah-mudahan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekarang maupun generasi yang akan datang,” ujarnya.
Sementara Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Tectona Radium, Marna, menyatakan kesiapan kelompoknya untuk ikut menjaga dan memelihara pohon yang telah ditanam.
“Kami siap mendukung dan melakukan pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang telah ditanam. Harapannya, program ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman saja, tetapi dapat terus berlanjut hingga pohon tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga:Renovasi Masjid Annajatul Faizin Rampung, PNM Peduli Dukung Penguatan Fasilitas PesantrenDukung Pendidikan Keagamaan, PNM Garut Bantu Mushaf untuk Santri
PNM menilai keberhasilan program penghijauan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pohon yang ditanam. Konsistensi pemeliharaan dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
