Kualitas Benih Stroberi Malangbong Menurun, Distan Garut Buka Peluang Kerja Sama Teknologi dengan Korsel

istimewa
Kualitas Benih Stroberi Malangbong Menurun, Distan Garut Buka Peluang Kerja Sama Teknologi dengan Korea Selatan
0 Komentar

“Artinya kalau memang ini kaitannya untuk perbaikan benih yang ada di wilayah tersebut, ya insya Allah itu akan kita dampingi oleh Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Selain di Malangbong, budidaya stroberi juga ditemukan di sejumlah kawasan dataran tinggi Garut seperti Samarang, Pasirwangi dan Cikajang.

Namun, menurut Ardhy, skala pengembangannya masih belum sebesar yang dilakukan petani di Desa Barudua.

Baca Juga:Asap dan Bau Menyengat dari Limbah Kulit Resahkan Warga Copong, APKI Sebut Diduga Berasal dari Luar GarutAlfamidi Edukasi 200 Keluarga Balita di Garut tentang Pola Asuh dan Kesehatan Gigi

“Yang cocok yang pernah saya lihat itu di daerah Samarang, Pasirwangi, di daerah dingin dataran tinggi juga seperti Cikajang ada yang mengembangkan, tapi memang belum yang semasif di daerah Barudua,” katanya.

Bisa Panen Hampir Setiap Hari

Ardhy memaparkan, budidaya stroberi di Barudua memiliki potensi ekonomi cukup baik.

Pada lahan sekitar 100 tumbak, petani disebut dapat menghasilkan sekitar 20 hingga 30 kilogram stroberi dalam satu kali panen.

“Ya itu dalam kurun waktu hampir setiap hari katanya panen, karena kan itu terus berbuah setiap hari. Memang kecil luas tanahnya, tapi mereka tiap hari bisa panen,” paparnya.

Ia menambahkan, musim kemarau sejauh ini tidak terlalu mengganggu produksi stroberi di Barudua karena wilayah tersebut masih memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan petani.

“Kalau saya kira di sana itu kan memang kuncinya ada sumber air yang mereka manfaatkan, jadi itu relatif lebih aman, lebih bagus, jadi lebih konsisten terhadap produksinya,” tutup Ardhy. (rza)

0 Komentar