Kualitas Benih Stroberi Malangbong Menurun, Distan Garut Buka Peluang Kerja Sama Teknologi dengan Korsel

istimewa
Kualitas Benih Stroberi Malangbong Menurun, Distan Garut Buka Peluang Kerja Sama Teknologi dengan Korea Selatan
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian tengah membuka peluang kerja sama dengan pihak industri asal Korea Selatan untuk pengembangan teknologi budidaya stroberi, khususnya dalam upaya memperbaiki kualitas benih.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan sentra budidaya stroberi di Garut saat ini paling banyak berada di Desa Barudua, Kecamatan Malangbong, dengan luas tanam sekitar 140 hektare.

Menurut Ardhy, masyarakat Barudua telah cukup lama mengembangkan komoditas stroberi. Namun dalam beberapa waktu terakhir mulai muncul persoalan terkait penurunan kualitas benih yang digunakan petani.

Baca Juga:Asap dan Bau Menyengat dari Limbah Kulit Resahkan Warga Copong, APKI Sebut Diduga Berasal dari Luar GarutAlfamidi Edukasi 200 Keluarga Balita di Garut tentang Pola Asuh dan Kesehatan Gigi

“Hanya memang informasinya, itu ada sedikit penurunan terkait dengan kualitas benih yang mereka gunakan,” ujar Ardhy.

Ia menjelaskan, pada kondisi sebelumnya tanaman stroberi dalam satu kali penanaman dapat bertahan antara tiga hingga lima tahun. Namun saat ini masa produktif tanaman dinilai semakin pendek.

“Nah sekarang itu mereka hanya bisa bertahan paling kuat itu ya 1-2 tahun,” katanya.

Menurut Ardhy, penurunan kualitas tersebut salah satunya dipengaruhi belum adanya pengembangan kultur maupun perbaikan perbenihan secara berkelanjutan.

Petani selama ini masih mengandalkan benih yang berasal dari tanaman sebelumnya dan terus digunakan kembali dari waktu ke waktu.

“Ketika mereka awal mulai mengembangkan strawberry itu terus mereka gunakan sampai sekarang, dan itu belum ada perbaikan,” jelasnya.

Ia mengatakan sistem perbanyakan stroberi relatif mudah karena petani dapat mengambil bagian tanaman yang ada untuk kembali dijadikan benih.

Baca Juga:KWT Mandiri Cigugur Tengah Jadi Contoh Ketahanan Pangan Keluarga, Kelola Pertanian hingga Produk OlahanGreen Impact PNM Tanam 5.000 Pohon, Libatkan Warga hingga Kelompok Tani Hutan

“Karena kalau strawberry kan lebih relatif mudah untuk benihnya itu, jadi mereka tinggal mengambil stack yang ada, dibenihkan lagi, itu bisa jadi,” sambung Ardhy.

Namun, penggunaan sumber benih yang sama secara berulang dinilai berpotensi menurunkan kualitas dan produktivitas tanaman.

“Ya pasti ada penurunan kualitas generatif, jadi ya secara otomatis pasti menurunkan kualitas atau produktivitas dari tanamannya itu sendiri,” ujarnya.

Distan Siap Dampingi Pengembangan Benih

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Ardhy mengatakan pemerintah daerah siap mendampingi apabila terdapat tawaran kerja sama teknologi perbenihan dari negara seperti Korea Selatan maupun Jepang.

0 Komentar