DPPKBP3A Garut Intensifkan Pencegahan Bullying, Sekolah hingga Pesantren Jadi Sasaran Edukasi

istimewa
DPPKBP3A Garut Intensifkan Pencegahan Bullying, Sekolah hingga Pesantren Jadi Sasaran Edukasi
0 Komentar

Dalam kasus di Sukawening, proses pendampingan trauma telah diberikan kepada pihak yang terlibat, termasuk korban dan pelaku.

Menurut Yayan, tahap setelah penanganan juga membutuhkan keterlibatan sekolah dan keluarga. Pengawasan diperlukan agar tidak muncul intimidasi, tekanan dari teman sebaya, maupun tindakan balasan.

Sekolah juga diminta menciptakan lingkungan yang aman sehingga anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar secara normal.

Baca Juga:Kolaborasi UICI dan Yayasan Syech Bani Nuryayi Buka Peluang Kuliah Digital bagi Generasi Muda GarutDiduga Cabuli Anak SD hingga Berulang Kali, Pria 50 Tahun di Tasikmalaya Ditahan

“Orang tua atau wali diberikan pemahaman mengenai pentingnya dukungan psikologis terhadap korban,” pungkas Yayan. (rza)

0 Komentar