APKI Sebut Limbah Diduga Berasal dari Luar Garut
Terpisah, perwakilan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) Garut, H. Daud, menyebut limbah kulit yang berada di lokasi tersebut diduga bukan berasal dari pengusaha maupun perajin kulit di kawasan Sukaregang.
“Saya sebagai ketua perkumpulan, APKI itu selalu kena getahnya dari pembuangan limbah ini. Sebenarnya limbah kulit ini bukan dari pengusaha atau pengrajin dari Sukaregang, tapi dari luar Garut,” kata Daud saat dikonfirmasi.
Daud menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, limbah tersebut diduga dibawa ke Garut menggunakan kendaraan pengangkut sayuran yang sebelumnya melakukan perjalanan ke kawasan Cikarang.
Baca Juga:KWT Mandiri Cigugur Tengah Jadi Contoh Ketahanan Pangan Keluarga, Kelola Pertanian hingga Produk OlahanGreen Impact PNM Tanam 5.000 Pohon, Libatkan Warga hingga Kelompok Tani Hutan
“Jadi begini, proses sampainya limbah kulit dari luar kota itu dibawa oleh sopir pengangkut sayuran dari Garut ke daerah Cikarang. Nanti selesai mengantar sayuran, mobil itu kan kosong. Nah, mereka itu datang ke pabrik kulit, lalu pabrik itu menyuruh mengangkut dan dibayar untuk pembuangan,” jelasnya.
Menurut Daud, pengemudi kemudian diduga kebingungan mencari lokasi pembuangan sehingga limbah tersebut dibawa kembali dan dibuang di Garut maupun sejumlah tempat lainnya.
Meski demikian, keterangan terkait asal-usul limbah tersebut masih merupakan penjelasan dari pihak APKI dan belum disertai keterangan resmi dari pihak pengangkut maupun perusahaan yang disebut sebagai sumber limbah.
Daud mengatakan APKI akan ikut membantu melakukan pembersihan setelah tumpukan limbah benar-benar dingin dan tidak lagi menyisakan api.
“Limbah ini setelah pendinginan dan tidak ada api akan kami angkut, dibersihkan, dan dibuang. Pembuangan ini juga tidak sembarangan, tentunya ada pihak ketiga sebagai pengelola,” tutupnya.
Warga berharap penanganan tidak berhenti pada proses pemadaman, tetapi dilanjutkan dengan pembersihan lokasi serta penelusuran asal limbah agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (rza)
