Model pembelajaran tersebut memungkinkan mahasiswa mengikuti kuliah secara lebih fleksibel dari daerah masing-masing, sehingga dinilai cocok bagi masyarakat yang tidak dapat meninggalkan tempat tinggalnya untuk menempuh pendidikan di kota lain.
UICI menyediakan berbagai pilihan program studi, di antaranya Bisnis Digital, Sains Data, Informatika, Ilmu Komunikasi, Psikologi, Teknik Industri, serta Teknologi Industri Pertanian.
Selain fleksibilitas waktu belajar, UICI juga menawarkan biaya pendidikan yang relatif terjangkau untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi.
Baca Juga:Diduga Cabuli Anak SD hingga Berulang Kali, Pria 50 Tahun di Tasikmalaya DitahanGarut Butuh 27 Ribu Titik PJU, Saat Ini Baru Tersedia Sekitar 14 Ribu
Prof. Asep berharap kerja sama dengan Yayasan Bani Syech Nuryayi dapat menjadi salah satu jalan lahirnya generasi muda yang memiliki fondasi keislaman dan kebangsaan sekaligus kemampuan menghadapi perkembangan teknologi.
Ia juga mengajak santri, lulusan pendidikan vokasi, dan masyarakat luas untuk memanfaatkan program penerimaan mahasiswa baru UICI.
“Pendidikan adalah kunci transformasi diri dan daerah. Kami mengundang seluruh putra-putri terbaik bangsa, para santri, serta lulusan vokasi di seluruh pelosok Indonesia untuk melangkah bersama kami pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Batch 12 UICI yang akan dibuka pada akhir tahun 2026 ini,” ujarnya.
“Mari wujudkan mimpi meraih gelar sarjana dan menjadi talenta digital unggulan langsung dari daerah masing-masing,” pungkas Prof. Asep. (*)
