GARUT – Penanganan kekeringan di Kabupaten Garut terus dilakukan melalui distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat, hingga saat ini sebanyak 497 ribu liter air bersih telah disalurkan ke 13 kecamatan.
Distribusi tersebut dilakukan menggunakan 99 tangki air yang dikirim ke Banyuresmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Sukaresmi, Bayongbong, Kadungora, Cibatu, Sucinaraja, Karangpawitan, Garut Kota, Cilawu, dan Cigedug.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan dengan sistem koordinasi lintas instansi agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Baca Juga:Masih Layak Dibeli di Akhir 2026, Ini Deretan iPhone Lama yang Tetap MenarikGarut Bidik Industri Bioethanol, Siapkan Ribuan Hektare Jagung dan Singkong untuk Bahan Baku Energi
“BPBD mengoordinasikan tugasnya. Untuk eksekusinya kita atur, khususnya untuk suplai air bersih. Beberapa tempat, kurang lebih sudah 13 kecamatan, dan kita sudah suplai 497 ribu liter yang sudah dikirim sampai saat ini,” ujar Aah.
Menurutnya, masyarakat atau pemerintah wilayah yang membutuhkan pasokan air terlebih dahulu menyampaikan permohonan kepada BPBD.
Setelah itu, BPBD akan menentukan mekanisme pengiriman dan berkoordinasi dengan instansi yang memiliki armada maupun sumber daya pendukung.
Untuk proses distribusi, salah satu pihak yang dilibatkan adalah Palang Merah Indonesia (PMI). Jika kendaraan BPBD sedang digunakan untuk kebutuhan lain, penyaluran juga dapat dikoordinasikan dengan Dinas Sosial.
Aah mengatakan keterlibatan TNI dan Polri secara khusus belum diperlukan dalam distribusi air bersih karena kondisi kekeringan di Garut saat ini belum ditetapkan sebagai tanggap darurat.
“Kita masih ke instansi yang masih bersepakat dengan kita. Jadi harus ke BPBD dulu,” katanya.
Program suplai air bersih tersebut dijalankan sejak 1 Juli dan direncanakan berlangsung hingga 30 September.
Baca Juga:Satu Panggilan 110, Bantuan Datang di Tanjakan KopiKebakaran Hanguskan Rumah Panggung di Padahurip Banjarwangi, Kerugian Capai Rp40 Juta
Dalam pelaksanaannya, BPBD memfokuskan bantuan pada kebutuhan air bersih. Sementara kebutuhan lain yang muncul akibat kondisi kebencanaan akan diteruskan kepada perangkat daerah sesuai kewenangannya.
Aah menjelaskan, air yang dikirim kepada masyarakat tetap bersumber dari Perumda Air Minum agar kualitasnya memenuhi standar kebersihan dan layak digunakan.
“Ngambil airnya tetap kita ke PDAM karena harus higienis,” ujarnya.
Selain persoalan kekeringan, BPBD juga berfungsi sebagai koordinator awal dalam penanganan kebutuhan bantuan kebencanaan lainnya.
